Ponorogo – Menu Nasi Goreng biasanya disajikan saat sarapan tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Namun bagaimana jika nasinya adalah nasi tiwul goreng.

Di lokasi Waduk Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo bisa ditemukan menu tiwul goreng. Bahkan menjadi menu utama di warung setempat.

Warung – warung ini bisa ditemui di jalan sisi utara dari waduk yang baru saja diresmikan ini, para pengunjung bisa menikmati sajian makanan tradisional sembari menikmati pemandangan waduk. Ditemani dengan hembusan angin yang sejuk.

Cara memasaknya pun hampir sama seperti membuat nasi goreng pada umumnya. Tapi bahan utama yang diolah adalah tiwul.

Tiwul merupakan makanan pokok pengganti nasi beras yang dibuat dari ketela pohon atau singkong. Sebagai makanan pokok, kandungan kalorinya lebih rendah daripada beras.

“Disini memang menu andalannya tiwul goreng,” tutur salah satu penjual warung di Waduk Bendo, Vina (36), Kamis (7/10/2021).

Dia lalu bercerita untuk cara masaknya sama persis dengan membuat nasi goreng biasanya. Mulai dari bawang merah, bawang putih, cabai, penyedap rasa semua dihaluskan kemudian dimasak bersama tiwul yang sudah ditanak sebelumnya.

“Sama persis. Hanya bahan utama nya saja beda. Nasi biasa sama tiwul. Nasi dari padi, tiwul dari ketela, ” jelasnya.

Pun campuran tiwul goreng, dia menambahkan ada sawi putih, sawi hijau. Juga ada pilihan toping telur maupun sosis.

Harga per porsi tiwul goreng dibanderol Rp 9 ribu. Setiap hari Senin hingga Sabtu rata – rata 25 hingga 30 porsi ludes. Namun jika hari Minggu bisa sampai 50 hingga 60 porsi.

Menurutnya, tiwul memang identik dengan menu desa. Namun justru banyak pengunjung yang mencari-cari menu tiwul goreng

“Padahal makanan ndeso seperti ini banyak orang yang mencari, soalnya kan nasi tiwul jarang,” tandas Vina.

Dia menambahkan warung buka pada pukul. 08.00 wib. Berbeda jika weekend atau hari libur, warung akan buka lebih awal sekitar pukul 06.00 wib. Warung akan tutup jelang magrib.

Sementara, salah satu pengunjung Caca sering berkunjung ke Waduk Bendo demi bisa menikmati tiwul goreng. Selain rasanya khas, pemandangannya pun langsung menghadap ke waduk bisa untuk relaksasi.

“Rasanya khas dan nikmat tiwul goreng disini, selain itu yang bikin nagih pemandangannya ke Waduk Bendo. Anginnya sejuk juga. Jadi bisa untuk relaksasi,” terang Caca.(red)*

Komentar